Monthly Archives: June 2010

Portégé T110

Sebagai panitia pengadaan barang/jasa di kantor *terutama yang mengerti teknis*, gue tentunya diminta punya kemampuan untuk menentukan kebutuhan perangkat kerja yang akan dibeli dalam suatu pengadaan.

Nah masalahnya, gue kan bikin pengadaan bukan buat diri sendiri melainkan untuk satu ditjen. Artinya gue butuh masukan dari setiap user yang akan menerima barang tersebut. Karena di dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran atau akrab disebut DIPA hanya tertulis Notebook.

Pertimbangan utama pembelian tersebut tentunya kepada budget. Sebenarnya anggaran tersebut sangat cukup untuk membeli MacBook Pro atau Notebook dengan core i5. Tapi karena barang kantor, tentunya harus menggunakan legal software. Oleh karena itu anggaran disisihkan untuk pembelian Office 2007.

Setelah dikurangi pembelian Microsoft Office Small Business Edition 2007 FPP, anggarannya pun menyusut lumayan.

Gue pun melakukan survey kepada user. Apakah mereka ingin laptop 12″, 14″ atau netbook. Ternyata kebanyakan user di kantor sudah malas menenteng laptop berat untuk pekerjaan kantor yang biasanya kebanyakan hanya seputar microsoft office dan browsing internet.

Sebagai eksekutor, gue pun diminta untuk memutuskan barang kayak apa yang akan dibeli. Setelah melakukan perbandingan satu per satu, gue pun menetapkan pembelian beberapa unit Toshiba Portégé T110.

Spesifikasinya sebenarnya sangat biasa, bahkan processor nya dibawah netbook umumnya yang kebanyakan menggunakan Intel Atom.

Berikut Spesifikasinya:

  • 1.3GHz Intel Pentium SU2700
  • 3GB DDR3, 1.066MHz (ditambah dari yang aslinya 2GB)
  • 320GB SATA, 5400rpm
  • Mobile Intel GM45 Express Chipset
  • Intel GMA 4500MHD Graphics
  • Windows 7 Home Premium (32-bit)
  • Dimensi: 286 x 211 mm, tebal 34.2mm dengan berat 1.86kg (sudah termasuk adaptor)
  • Ukuran layar 11.6″ (1366×768)
  • VGA Out, HDMI, 3x USB 2.0, SD card reader
  • Ethernet, 802.11b/g/n Wifi, Bluetooth
  • Webcam

Barang ini sampai beberapa hari sebelum gue berangkat ke LA. Jadilah gue membawa si Portégé T110 ini ikut menemani perjalanan dinas gue.

Ternyata gue gak salah pilih. Si Portégé T110 ini memiliki kelebihan yang lebih baik dibanding netbook umumnya.walaupun gue jadi melakukan downgrade dari Fujitsu Lifebook T4220v (Core2Duo 2GHz), gue sama sekali tidak menyesal. Toh fungsi laptop buat gue hanya pelengkap dari PC.

Keyboardnya nyaman. Jauh kalau dibandingkan netbook pada umumnya yang bikin kesulitan dalam pengetikan. Hal ini berimbas pada ukurannya yang sedikit lebih besar. Tapi kalau memang bisa kerja serius lebih enak dengan ukuran lebih besar sedikit, kenapa memaksakan menggunakan yang lebih kecil? apalagi resolusi layarnya sudah 1366×768, sehingga bisa browsing web full dengan nyaman.

Kelebihan utama dari Toshiba Portégé T110 ini adalah daya tahan baterainya. Gue coba muter video dalam mode normal, baterainya sanggup bertahan hampir 6 jam. Untuk sekedar browsing dan kerja bisa mendekati 10 jam. Diklaim bisa lebih dari itu kalau wifi dimatikan dan brightness diturunkan. Tapi rasanya segitu sudah cukup baik.

Untuk multimedia, ada sedikit keluhan. Suara yang muncul dari speakernya kurang baik. Hal ini diatasi dengan update driver. Tapi walau diupdate pun, levelnya hanya bertambah 15-20%, masih kurang signifikan. Jadi untuk yang ingin denger musik, rasanya perlu dipertimbangkan membeli sebuah speaker portable mini. Kebetulan gue punya x-mini II. Cukup bisa dijadikan pasangan bagi Portégé T110 ini.

Soal video, juga sedikit kurang lancar apabila memutar film HD720p. tapi hampir tidak berasa untuk sebagian user. Mungkin karena gue sudah seringkali membandingkan 720p dan 1080p di komputer jadi bisa melihat bedanya. jangan coba2 untuk memutar film HD1080p. 😀

Webcamnya cukup bisa diandalkan. Tampilannya cukup bersih walau di belakang kita ada backlight misalnya. Waktu gue lagi transit di taoyuan international airport, gue duduk membelakangi sebuah gerai pameran dengan lampu sorot yang terang banget. Tapi ternyata gue masih bisa skype-an dengan nyaman..

So far, ga ada keluhan dari user yang punya laptop ini. Semoga aja bisa jadi partner yang bisa diandalkan, setidaknya sampai pengadaan berikutnya :p

Kesimpulan:
+ Baterai tahan lama
+ Adem, tidak panas
+ Keyboard nyaman digunakan
+ Layar LED dengan resolusi tinggi
+ Windows 7 Home Edition
– Tidak built in DVDRW external
– Harga diatas netbook umumnya
– Suaranya kurang baik

11 Comments

Filed under Uncategorized

Video yang bikin Ariel kalah pamor

Dari kemarin gue dapet selentingan heboh soal video Sinta dan Jojo.

Pertanyaannya.. Siapa sih mereka?

Hari ini gue iseng buka youtube.. Jah banyak juga videonya.. Lumayan menghibur ternyata…
Video mereka ada beberapa buah beredar di youtube, tapi yang paling terkenal sepertinya Keong Racun

Menurut gue, dua orang ini niru MoyMoyPalaboy :

Heuhehehe..
Dibandingin dua bocah batangan itu sih, Jojo Sinta biasa banget.. kurang penjiwaan saat nongol.. untungnya mereka manis.. jadi yah yang nonton gak kecewa.. coba kalo yang bawain penampilannya gak mendukung.. beuh males banget.. udah norak, jelek pula.. :p

Yah lumayan lah daripada tiap hari gosipin peredaran video porno sampe ikutan ngisi BAP *ups, curcol dikit* :p

So.. mari nyanyi bareng… *lirik copas dari forum*

dasar kau keong racun…
baru kenal ngajak tidur…
ngomong gak sopan santun…
kau anggap aku ayam kampung….
kau rayu diriku,
kau goda diriku,
kau colek diriku…
eyyy kau tak tau malu
tanpa basa basi kau
ajak happy happy
mulut komot komot mata nya melotot
lihat body bonyok pikiranmu jorok
mentang2 kocai ku dianggap jablai
dasar koboi kucai ngajak cek in dengan santai
sori sori sori sori jek jangan remehkan aku
sori sori sori sori pah ku bukan cewek murahan

Info lengkap *plus video lainnya* mungkin bisa lihat di forum tetangga

30 Comments

Filed under Uncategorized

Bold 9700 (Onyx)

Karena sebuah alasan yang sangat tidak teknis, entah kenapa si Gemini ngambek ketika gue matikan sesaat sebelum terbang dari Los Angeles ke Taiwan.

Ngambeknya aneh, bukan berarti tidak mau nyala, tapi ketika nyala, ada layar popup yang tidak bisa ditutup. tombol menu BB pun tidak bisa mengaktifkan apapun. Ditahan lama hanya bisa memunculkan task manager, tapi tidak bisa berpindah aplikasi.

Mau di wipe? gimana cara? lha wong kalo mau wipe aja harus ke menu..

Sampai dirumah, gue coba selesaikan dengan Blackberry Desktop Manager. Dibackup kemudian direstore.. Ga ngaruh. Even di wipe menggunakan software dari BB juga ga ada gunanya.

Alhasil gue terpaksa menggunakan Blackberry Swiss Army Knife (BBSAK). Program ini bisa menghapus sistem operasi pada Blackberry untuk di load ulang dengan OS yang kita inginkan. Kebetulan gue masih simpan BB OS v5 yang lebih stabil untuk gemini sehingga gue berhasil untuk menghidupkan kembali si Gemini dalam kondisi stabil tanpa masalah.

Ketika semua data dan aplikasi di restore, masalah sedikit muncul. Entah karena banyaknya data atau mungkin emang karena aplikasi yang running, si Gemini seringkali muncul tanda jam alias sibuk sendiri. Hal ini cukup mengganggu.

Karena ternyata gue pun akhirnya membutuhkan blackberry untuk pekerjaan kantor yang seringkali dikirim melalui e-mail, gue pun membeli sebuah blackberry baru. Pilihan jatuh kepada Blackberry Bold 9700 (Onyx)


Review Blackberry Bold 9700 (Onyx)

Technical Specifications:

  • Quad-band GSM support and tri-band 3G with HSDPA
  • 109 x 60 x 14 mm, 122gr
  • 2.44″ TFT 65k warna, resolusi 480×360 pixel
  • 624MHz processor, 256MB internal application memory
  • GPRS Class 10, 236.8kbps, HSDPA 3.6Mbps
  • Wi-Fi 802.11b/g, Bluetooth v2.1, microUSB v2.0 port
  • microSD (Transflash) card slot, upto 16GB. 2GB included
  • 3.15MP, 2048×1536 pixels autofocus, LED flash, Video
  • Blackberry OS v5.0
  • A-GPS Support
  • 3.5mm audio jack
  • Java, MP3/eAAC+/WMA/WAV/MP4/H.263/H.264/WMV player
  • Lithium Ion 1500mAh battery

Kelebihan Onyx:

  • Dimensi dan berat yang lebih baik daripada seri Bold sebelumnya (9000)
  • Memiliki optical trackpad navigation seperti Gemini. Forget about the old fashioned ball. (well ini sih preferensi banget, bisa jadi ada yang lebih suka pakai bola).
  • Processor 624MHz, lebih tinggi dari Gemini yang 512MHz
  • Sudah mendukung jaringan 3G
  • Keyboard lebih nyaman daripada seri curve, walau masih dibawah Bold lama (karena ukuran juga lebih lebar bold 9000).
  • Layarnya memiliki resolusi cukup tinggi untuk kelas Blackberry, yaitu 480×360.
  • Baterai lebih tahan lama dibanding Blackberry lainnya, dibandingkan dengan Bold 9000 sekalipun yang memiliki kapasitas sama 1500mAh.

Kekurangan Onyx:

  • Banyak fitur yang tidak dapat berjalan tanpa berlangganan Blackberry Internet Services, padahal fitur tersebut basic seperti wifi. (sama seperti kebanyakan Blackberry umumnya).
  • Walau 3G, tapi tetap tidak ada video-call camera
  • Tidak memiliki accelerometer
  • Absennya memory storage internal 1GB yang ada pada Bold 9000
  • Tidak ada fitur Radio FM ataupun TV Out
  • Walaupun dibilang hot-swappable, agak sulit mengeluarkan memory card tanpa harus melepas baterainya.

Sebelum gue menyalakan ponsel ini, terlebih dahulu gue mengganti microSD card 2GB bawaan Onyx dengan microSDHC 8GB.

Dan sama seperti kebanyakan Blackberry, startup nya lama. Tapi sedikit lebih baik daripada Gemini. Mungkin karena processornya berbeda.

Dibanding Gemini, Onyx memiliki keyboard yang lebih baik karena hampir seluruh bodi terisi tombol. Walau harus diakui masih lebih nyaman dengan Bold 9000 karena ukurannya beda.

Blackberry Device Manager sukses memindahkan seluruh data dari Blackberry Gemini lama gue ke Blackberry Onyx ini. Tanpa cela. Seluruh aplikasi third party pun kembali masuk ke dalam Onyx.

Email setup berlangsung lancar, walau harus divalidasi ulang untuk setiap account supaya bisa digunakan di device yang baru ini.

Walau di Onyx sudah memiliki A-GPS, gue masih belum bisa mengoptimalkan A-GPS tersebut karena aplikasi Garmin Mobile untuk Blackberry berbeda dengan perangkat lain seperti Symbian/WindowsMobile/Android yang bisa di load custom map. Khusus Blackberry, sepertinya hanya bisa digunakan di USA.

Kalau di review gue yang lalu tentang gemini, gue meragukan fungsi business applicationsnya.. Kali ini setelah gue jadi pengguna blackberry, gue kasih tanda jempol untuk aplikasi office – terutama yang berkaitan dengan push mail. Rasanya sulit saat ini untuk menggunakan perangkat lain untuk ber push mail tanpa blackberry. Kompresi datanya memang yahud. e-mail yang memiliki attachment berukuran 3MB kalau dicek di gadgets lain atau webmail, masuk di dalam device Blackberry kurang dari 500kB. Useful untuk kerja.

Gue sedikit khawatir dengan Blackberry Messenger Contacts. Masalahnya kalau ganti Blackberry, tentunya ganti PIN. Apakah gue harus re-invite satu2 lagi? ternyata tidak. Ada beberapa yang memang harus di re-invite, tapi mostly sudah bisa langsung berkomunikasi. Walau butuh waktu agak lama untuk me restore contacts dan groups.

So far, gue puas dengan Blackberry Onyx yang gue beli seharga 4,3jt dari tokopda.com dengan garansi TAM. Walau box nya tidak meyakinkan, tapi di dalamnya lengkap segala jenis kepala charger.. Plus pouch.

Baterainya pun cukup baik, bisa bertahan 1,5 hari daripada Bold 9000 yang bertahan 1 hari.

Gue berharap ke depannya OS Blackberry bisa lebih maju, terutama dari User Interface (UI) nya. Gak keren banget phonebook maupun bagian menu utama nya. Dari segi suara, Onyx cukup jernih suaranya. Dan termasuk cukup baik di kelasnya.

7 Comments

Filed under Uncategorized

Layar Anti Intip


Fungsi utama screen protector adalah untuk melindungi layar dari goresan atau bercak-bercak yang biasa tertinggal akibat pemakaian. Jadi biar layar tetap mulus, digunakanlah screen protector.

Kalau yang dimaksud screen protector biasa, saat ini sudah banyak sekali ditemui.. Bahkan dari pabrikannya seringkali sudah menyediakan lapisan tipis pelindung layar ini.

Nah, fenomena yang belakangan ini gue liat adalah tren nya orang menggunakan screen protector model anti intip (anti spy atau privacy guard).

Gue mah awalnya sangat tidak menyetujui adanya lapisan pelindung layar anti spy ini. Masalahnya tentu sudah bisa ditebak, jarak pandang jadi terbatas dari depan. Lah lalu bagaimana kalau gadgetsnya multi fungsi merangkap GPS untuk navigasi di kendaraan misalnya.. Apa iya harus dipasang tepat di depan muka kita? Padahal GPS biasanya kan cukup dilirik dan bisa diletakkan di tengah dashboard sehingga tidak menghalangi panel kemudi seperti speedometer, odometer, tachometer dan lain2..

Dan lagi nih, kalau gadgetsnya emang langka dan eye catching *apalagi kalau layarnya udah jutaan warna dan cerah banget* , tentunya sebagai pemilik manusiawi sedikit lah untuk pamer dengan memberikan tampilan tersebut untuk dilirik orang. Bahkan mungkin sebagai pemilik rela untuk membiarkan layarnya standby dalam kondisi menyala sehingga orang ngelirik.. *halah kok jadi bahas soal pamer* :p
Nah kalau dipasangin anti spy, bisa dipastikan layarnya akan gelap ketika dilirik orang. Menjadi gadget yang tidak menarik. Hal ini yang bikin gue gak suka dengan layar anti spy.

Tapi setelah gue pake Blackberry, baru lah gue sadar betapa layar pelapis anti spy ini dibutuhkan dan gue pun mulai memasang lapisan layar anti intip tersebut pada Blackberry gue. Alasannya:

  1. Blackberry bukan barang unik. Bahasa kasarnya: Pasaran. Walau ada beberapa kelas kasta pengguna nya, tapi bentuknya itu2 aja. Kalau ga Curve, Storm, Bold, Pearl. Tinggal variannya aja yang mungkin berbeda.
  2. Entah karena naturalnya manusia selalu ingin tahu urusan orang lain, disadari atau tidak banyak mata yang selalu ingin tahu apa yang kita ketik.. Apalagi karena Blackberry memang banyak digunakan untuk chatting via instant messaging.

Berdasarkan dua alasan itulah gue pun memasang screen protector anti intip atau privacy guard. Supaya orang tidak rese ngintip apa yang gue tulis. Toh si Blackberry juga bukan barang unik. Karena toh banyak juga barang yang mirip dengan si Blackberry itu, terutama ponsel2 buatan cina dengan merek yang asing dikenal.

Tapi gue cuma pasang itu untuk Blackberry, dan tidak di ponsel/gadgets lain. Terutama iPhone/iPod touch. hal ini malah membuat sulit diri sendiri. Ada satu screen protector model cermin (mirror) yang kalau siang hari malah membuat layarnya tidak terbaca akibat pantulan sinar matahari.. nah lho.. :p

Padahal kalau saja manusianya bisa untuk tidak reseh dengan ngintip2 layar, gue ga bakalan pasang beginian…

*numpang postingan gak mutu di hari minggu* 😀

7 Comments

Filed under Uncategorized