Monthly Archives: February 2010

Steve Jobs, anda mulai menyebalkan…

Setelah baca berita ini, gue langsung memutuskan untuk mencoret iPad dari daftar most wanted gadgets 2010.. Padahal gue sempet tertarik dengan iPad.

Gue kutip dari beritanya…

Steve Jobs selaku bos Apple rupanya punya alasan tersendiri mengapa iPad tak kompatibel dengan Flash.

Berbicara terbatas dengan sejumlah media, Jobs menerangkan bahwa Flash potensial menggerogoti daya tahan baterai iPad. Menurut Jobs, baterai hanya akan mampu bertahan 1,5 jam dengan Flash, dari yang mulanya 10 jam.

Bahkan seperti dilansir TechRadar dan dikutip detikINET, Senin (22/2/2010), Flash dianggap Jobs sebagai teknologi yang sudah usang. Ia memasukkan Flash pada kategori teknologi lama seperti CD atau perangkat disket.Sebenarnya dari pihak pengembang Flash yakni Adobe tidak anti membuat Flash untuk iPad. Namun mereka menyatakan terdapat sejumlah kendala untuk mewujudkannya.”Kami tidak memiliki kerja sama yang diperlukan dari pihak Apple untuk membuatnya terjadi,” tukas Chief Technology Officer Adobe, Kebin Lynch.

Oh ya Pak? Flash sanggup menghancurkan daya tahan baterai iPad dari yang 10 jam menjadi 1,5 jam aja? Kalo gitu iPadnya bapuk amat dong bisa turun sampe tinggal 15% nya cuma karena sebuah program?

Masa iPad kalah sama netbook seukuran iPad yang bisa jalanin flash dan masih bisa bertahan 6-7 jam tuh.. harganya sama.. lebih lengkap karena full multitasking dengan sistem operasi windows dan udah dengan keyboard dan USB port lho.. cuma gak touchscreen doang..

Kalo flash dianggep barang lama, kenapa aplikasinya banyak dipakai lho sekarang.. bahkan mengalahkan aplikasi yang anda pasang di iPod touch/iPhone/iPad… Harusnya anda ngaca.. Gak sadar apa kalo produk apple seperti iMac/MacBook dipakai kebanyakan oleh para graphic designer yang berkutat dengan Adobe.. Kalo Adobe ga ngasih support ke Apple lagi.. Silahkan berjuang sendiri aja deh…

Sebenarnya soal gak support flash ini emang sudah tau lama, tapi ada secercah harapan untuk mengimplementasikan flash di iPad.. Setelah keluar berita ini.. Maaf-maaf aja yak.. kayaknya anda yang ketinggalan zaman…

Ternyata gambar ini emang bener…

10 Comments

Filed under Uncategorized

Garansi Resmi, Garansi Distributor atau BM?

Tulisan ini dibuat setelah membaca curhatnya si mbot tentang jadi, apa gunanya beli BB resmi?

Gue jadi ingin berbagi pengalaman gue selama jual beli cellphones/smartphones.. Sepengalaman gue berpuluh-puluh kali beli ataupun nemenin orang lain belanja ponsel.. Gue udah cukup banyak mengalami suka dan duka nya membeli ponsel bergaransi resmi, garansi distributor atau malah tanpa garansi alias black market (BM).

Sebagai orang yang (pernah) gaptek.. Gue selalu memilih membeli barang garansi resmi. dengan alasan lebih aman apabila terjadi kerusakan. Tapi apa iya benar demikian adanya? Gue pernah service salah satu ponsel gue yang bergaransi resmi di authorized service centernya. Hasilnya? setelah menanti 3 hari sampai 1 minggu, ponsel yang masih bergaransi itu dianggap kesalahan user sehingga garansinya tidak berlaku. user diminta membayar biaya check plus penggantian sparepart yang adakalanya justru bukan bagian yang bermasalah.

Coba dipikir-pikir lagi.. Apa mungkin sebuah ponsel yang pakainya baik-baik, ga pernah jatuh dan selalu disarungin itu mendadak blank screen kemudian dituduh LCD nya retak? lha wong dari luar gak ada retak apa-apa.. Kalo LCD nya retak mah tuh ponsel masih bisa nyala.. kalo tuduhannya seputar bagian power atau sistem operasi gue masih nerima.. LCD retak?

Sebagai seorang mahasiswa yang belum bekerja, biaya 300rb hanya untuk biaya service (di luar penggantian spare part) tetaplah mahal. Alhasil gue bayar cancellation fee sebesar 50% biaya service untuk bawa pulang ponsel tersebut.

Gue bawa ke toko hape di sekitaran Roxy yang menawarkan jasa reparasi.. Mereka langsung kerjakan saat itu juga dan disuruh menunggu kurang lebih 1 jam.. Dan ditemukan masalahnya hanya di firmware sistem operasi.. That’s all.. lalu kenapa di tempat resminya bilang LCD nya retak?

Dari situ gue langsung kecewa dengan pelayanan garansi resmi dan memutuskan untuk tidak lagi membeli barang bergaransi resmi.

Jadi pengalaman gue membeli gadgets bertahun-tahun selama ini, gue nyaris gak pernah lagi membeli barang bergaransi resmi. Memang terlihat garansi resmi lebih menjanjikan, tapi coba lihat lagi? belum tentu mereka itu kerja sepenuh hati. Ada kalanya user yang selalu dalam posisi yang salah dengan mencari kesalahan user.

Ternyata pengalaman gue membeli ponsel BM memberikan ilmu baru. Gue jadi bisa cari cara untuk memperbaiki sendiri ponsel yang mati karena masalah sistem operasi. bahasa kerennya flashing. Memang tidak semua ponsel bisa diflashing menggunakan kabel data yang diberikan dalam paket penjualan, tapi setidaknya gue jadi sedikit tahu apa yang mesti dilakukan untuk masalah yang tidak berhubungan dengan perangkat kerasnya.

Setelah trend Garansi Resmi vs BM, muncullah “Garansi Distributor”. Gue sempet heran apa maksudnya garansi distributor dan menyangsikan kompetensi mereka. Karena sepengetahuan gue, Garansi diluar resmi udah pasti BM. Ternyata bedanya dengan ponsel BM yang tidak membayar pajak, Garansi Distributor ini membayar pajak. Hanya saja masuknya melalui pihak ketiga sehingga harga bisa bersaing dengan versi resminya.

Barulah gue tahu bahwa ponsel BM yang selama ini gue beli ternyata garansi distributor. Jelas ponsel gue akan ditolak di authorized service center nya, tapi toh mereka justru lebih baik dalam menangani customer nya. So kenapa juga mesti beli resmi, kalau justru lebih mahal dan menyusahkan? Walau memang gak bisa digeneralisasi bahwa semua authorized service nya bermasalah, tapi pengalaman gue selama ini memang lebih banyak masalahnya ketimbang benernya. Terbukti ada temen yang punya masalah kecil dengan ponsel garansi resminya justru jadi punya banyak masalah setelah pulang dari service center. Siapa yang menjamin ponsel itu lebih baik setelah masuk service?

BlackBerry

Smarphone sejuta umat yang lagi ngetrend sejak kemunculannya di Indonesia sudah bermasalah. Bahkan Ditjen Postel sempat membekukan sertifikasinya karena tidak tersedianya pusat layanan purna jual resmi disini. Namun akhirnya Research in Motion (RIM) memiliki izin untuk mengimpor Blackberry resmi setelah menyediakan Blackberry Service Center.

Blackberry dipasarkan di tanah air juga seperti ponsel pada umumnya. Resmi, Distributor dan BM.

Bedanya Garansi Resmi dan Non Resmi pernah dijelaskan oleh salah satu Certified BlackBerry Support Engineer di sebuah forum..

Berikut quotenya:

BEDA GARANSI RESMI DAN NON RESMI ADALAH :

1.Lokasi Perbaikan.
Kalo garansi resmi, akan diperbaiki di service center resmi RIM yang ditunjuk. Contohnya adalah PT.Teleplan yang berlokasi di Sunter. Proses klaim akan dibantu oleh reseller resmi (tersebar di Indonesia) yang akan mengirimnya kepada customer care/ Service Point dan baru akan di kirimkan ke service center hardware.
Sedangkan Garansi non Resmi /lainnya. Akan di service dilokasi mereka sendiri. Entah mungkin punya teknisi sendiri atau apapun.

2. Proses Garansi.
Garansi Toko prosesnya, ada yang cepat ada yang lambat. Ada juga yang langsung ganti baru dan mau ga mau ada juga tetep di service. Kalo Garansi Resmi, proses servicenya adalah 1-2 minggu. Dulu pas belum ada Teleplan bisa 2 bulan. So,far ada beberapa garansi non resmi yang proses bisnisnya lebih cepat memuaskan pelanggan. But,so far.. apakah jika di ganti baru,, barang yang diberikan benar-benar ”baru”?

3. Alur proses service.
Ini yang paling membedakan. Garansi Resmi, akan hanya memiliki 2 proses hasil service. Pertama, ganti spare part, atau kedua diganti baru. Bisa juga setelah di cek di service center hardware unit Anda VOID warranty karena di cek ternyata korosi / karatan. Untuk corporate customer, beberapa diantaranya pada operator tertentu ditawarkan unit pinjaman selama masa service 1-2 minggu. Untuk alur service di garansi resmi, unit akan di assembly atau di bongkar untuk di cek semua kondisinya (pada bagian hardware,jika ada korosi maka void warranty). Kemudian di analisa kerusakannya, di lakukan pergantian,, ujicoba,, reassembly lagi (dipasang kembali), jika masih bermasalah unit akan diganti baru,, jika tidak maka pengujian pada semua fungsi kembali.
Pada garansi non Resmi, unit hanya akan di bongkar dan diganti spare part. Kemudian dilakukan solder menyolder. Unit spare part tidak diketahui berasal dari mana. Ada beberapa info disebutkan bahwa dari unit2 yang sudah rusak. Ada juga unit customer yang diklaim,, but, beberapa service center non resmi yang bagus,, membeli unit baru dan di pecah2 sebagai spare part. Kalo ternyata benar2 ada spare part yang dijual dipasar,, belum sampai kepada bagian chip dan bagian2 penting. Untuk LCD sudah banyak dipasaran dengan kelas2 masing2. Sedangkan keypad, bezel dan trackball juga banyak dipasaran.

4. Ketentuan Garansi.
Ketentuan Garansi Resmi, ada yang mengikat dimana wajib menggunakan operator tertentu. Akan tetapi ada juga yang tidak mengikat. Jika dilihat dari isi ketentuan garansi, semuanya cukup fair untuk garansi resmi dan non resmi. Yang perlu di hati-hati adalah,, pemalsuan kartu garansi. Ini sic yang paling merugikan…konsumen. Sejauh ini pada operator akan membawa ke pengadilan jika ditemukan pemalsuan kartu garansi sebagai pencemaran nama baik. Ketentuan garansi sendiri merunjuk kepada Factory Defect yang terjadi pada unit BlackBerry.

Kenapa Harus Beli BlackBerry Resmi ?

BlackBerry Resmi memberikan rasa aman.

Bagi orang – orang yang tidak ingin ambil pusing dan ga mau terlalu ambil repot dengan melakukan riset untuk mendapatkan BlackBerry yang baik kondisinya,maka BlackBerry resmi menjadi pilihan utamanya.

1. Kalo membeli BlackBerry Resmi maka akan mendapa
tkan garansi resmi selama 1 – 2 tahun dari RIM jika ternyata BlackBerry Anda mengalami gangguan kerusakan akibat factory failure perbaikan dapat diklaim dan selama proses service unit akan mendapatkan pergantian sparepart resmi. Tidak perlu takut dengan kanibal sparepart yang terjadi pada local repair di mall-mall atau toko – toko yang dapat melakukan pembongkaran.

2. Anda akan mendapatkan support after sales selama menggunakan BlackBerry yang tidak akan Anda dapatkan jika menggunakan BlackBerry BM. Support ini termasuk upgrade firmware, install bahasa, trouble software, aktivasi layanan, Tanya dan konsultasi seputar tips dan trik bb. So,kalo binggung bisa datang langsung ke layanan purna jual mereka dan berkonsultasi via telp.

3. Garansi Resmi tidak akan mengalami suspend yang terjadi pada BlackBerry. Tidak perlu takut dengan hal – hal seperti Kloning pin dimana pemakain hanya 1 -2 bulan kemudian BlackBerry tersebut hanya berfungsi sebagai handphone untuk telp dan sms saja.

4. Akan mendapatkan promo BIS atau paket murah pada promo tertentu yang harganya juga miring. Tinggal pintar – pintar saja dalam melihat promo di media cetak serta mall – mall.

Bahaya membeli BlackBerry Non Resmi .

1. BlackBerry Non Resmi dapat di sita polisi sewaktu – waktu. Mengapa ? Karena BlackBerry Non Resmi masuk ke Indonesia ada beberapa distributor nakal memasukannya tanpa melalui jalur resmi, mereka murah karena unit tersebut dibeli dari luar negeri dan dibawa ke Indonesia. Harga BlackBerry di luar negeri memang murah, tetapi di lock, itu mengapa BlackBerry cloning sering terjadi pada BlackBerry Non Resmi.

2. Kalo membeli BlackBerry Non Resmi, garansi yang didapat memang selama 1 tahun. Tapi kalo tokonya tutup, maka garansi hilang seketika. Belum lagi perbaikannya yang tidak jelas…. Tidak ada standar…. Sparepart juga tidak jelas.

3. Kalo setelah membeli kemudian bingung dengan cara pemakaian, setting email, setting facebook, upgrade maka akan mengeluarkan biaya lagi. Ini tidak sedikit karena untuk proses upgrade firmware/ OS yang terdapat pada BB sekitar 100rb – 300rb. Belum lagi kalo upgrade tersebut dilakukan tiap 3 bulan sekali. Kalo mo upgrade sendiri, harus ada mottonya ” do it with your own risk ”. Coba – coba nanti malah crash dan hilang semua datanya.

4. Belum lagi dengan BlackBerry Palsu (BlackBerry BM dengan Kartu Garansi Palsu ), BlackBerry Refurbish / daur ulang, atau BlackBerry Cloning.

Tambahan :

BlackBerry Open adalah adalah blackberry yang dipasarkan dengan tanpa di lock dapat digunakan disemua Negara yang sesuai dengan frequensi sinyal blackberry.
Contoh BB Open adalah : Telkomsel yang menunjuk Malifax Indonesia sebagai selaku Service Point.

BlackBerry Lock adalah blackberry yang dipasarkan hanya dapat digunakan untuk operator tertentu dan jika di unlock maka segala ketentuan garansi tidak dapat di cover dikemudian hari. Untuk mendapatan unlock code harus menghubungi pihak operator. Contoh BB lock adalah Indosat.

BlackBerry Unlock adalah blackberry lock yang sudah statusnya menjadi unlock sehingga dapat digunakan untuk semua operator.
Contoh : ACS, Berindo, jika XL menjual garansi ACS maka kemungkinan BB unlock (tapi sebaiknya mengecek dengan sales XL langsung untuk kebenaran informasi).

Untuk garansi Axis, dan Smart belum ada informasi sama sekali.

Quotes :
HP yang kita beli, belum tentu dalam garansi selama 1 tahun,,
bakalan kita service karena rusak. ada juga koq yang awet..
Tapi,jikapun harus di service…
Pilihlah tempat service yang memberikan rasa aman.
Dijaman sekarang,, rasa aman sudah memiliki nilai.
Itu mengapa dan menjawab mengapa,, ada harga ada rasa aman,,
dan terkadang selaras dengan itu,, ada harga,, ada kualitas,,

Sebagai informasi tambahan, BlackBerry resmi disini dimaksudkan BlackBerry yang bundling dengan operator. Lalu sekarang apakah GARANSI RESMI DISTRIBUTOR di Indonesia yg diberikan adalah GARANSI RESMI yg sama diberikan oleh provider (INDOSAT, XL, Telkomsel)? Jawabannya tidak. penjelasannya sudah dijelasin di atas, dari sudut pandang mana silahkan dipilih. Tapi distro tidak bisa disebut BM, krn klo barang BM tidak terdapat stiker ditjen postel.

Gue sendiri gak menggunakan Garansi Resmi provider, dan gue masih yakin garansi resmi distributor sudah cukup baik karena gue sudah membuktikan sendiri ketika membantu menangani masalah yang muncul di blackberry seseorang.

Keputusan ada di tangan kita. Be a smart buyer 🙂

25 Comments

Filed under Uncategorized