Monthly Archives: September 2009

HTC bukan ponsel cina!

“HTC buatan mana sih riq? Cina ya?”

Pertanyaan itu seringkali gue terima saat orang lain ngeliat ponsel gue.

Hemm.. Emang sih di kalangan orang awam, HTC mungkin gak familiar.. Apalagi banyak ponsel cina yang bermerek mirip.. Contohnya yang satu ini.


Gila juga si ht mobile itu.. bikin logo aja ga niat, mirip banget dengan HTC. No wonder ponsel HTC gue dikira ponsel cina murahan.

Disini gue mau ngasih tau..

HTC atau HTC Corporation adalah perusahaan pabrikan Taiwan yang dulunya bernama High Tech Computer Corporation. HTC ini memproduksi gadgets berbasis Windows Mobile. Didirikan pada 15 Mei 1997 dan merupakan perusahaan outsourcing Original Design Manufacturer (ODM). Jadi dulunya HTC itu ga punya brand sendiri, melainkan beredar di pasaran dengan nama lain. Misalnya O2 XDA, merek yang cukup dikenal di Indonesia saat itu.

Saat ini HTC memproduksi sendiri produknya, sama dengan merek yang juga dikeluarkan masing-masing operator dan partner Original Equipment Manufacturer (OEM) nya.

Untuk para pengguna gadgets berbasis windows mobile, seharusnya kenal dengan situs xda-developers.com. situs itu hampir semuanya membahas PDA Phone yang diproduksi oleh HTC. Karena penamaan produk berbeda masing-masing operator, hal ini tentu kadang membingungkan.

Sebagai contoh..

  • Kaiser: HTC P4550 / HTC TyTN II / Orange & HTC TyTN II / Vodafone VPA Compact V / Vodafone v1615 / SFR v1615 / Swisscom XPA v1615 / T-Mobile MDA Vario III / AT&T Tilt / O2 Xda Stellar / EMobile Emonster S11HT
  • Raphael: HTC T727X / HTC Touch Pro / Orange & HTC Touch Pro / Swisscom & HTC Touch Pro / Vodafone & HTC Touch Pro / AT&T & HTC Fuze / O2 Xda Diamond Pro / O2 Xda Serra / T-Mobile MDA Vario IV / Alltel & HTC Touch Pro / Sprint & HTC Touch Pro / Verizon XV6850 / SoftBank X05HT / NTT DoCoMo PRO series HT-01A / Dopod Touch Pro
  • Rhodium: HTC T737X / HTC Touch Pro2 / Alltel & HTC Touch Pro2 / Sprint & HTC Touch Pro2 / T-Mobile MDA Vario V / T-Mobile Wing II
(lengkapnya bisa cek di sini)

HTC juga memiliki Dopod sebagai anak perusahaan. HTC merupakan anggota dari Open Handset Alliance, yang berarti HTC mengikuti standar yang memperbolehkan sistem operasi seperti Android untuk berjalan di perangkatnya.

Apakah ada yang tahu, bahwa Sony Ericsson Xperia X1 itu diproduksi juga dengan nama HTC Kovsky (Venus)?

*beberapa info dikutip dari wikipedia

26 Comments

Filed under Uncategorized

ponsel.. kebutuhan atau gengsi?

Sepuluh tahun lalu, barang yang namanya hp (handphone) — tapi gue lebih senang menyebut telepon seluler (ponsel) emang masih tergolong barang mewah. Model dan fiturnya pun masih sangat terbatas untuk fungsi dasar komunikasi: nelepon. Paling fitur tambahan pengganti pager, SMS sesama operator. SMS antar operator baru ngetrend begitu bulan-bulan akhir gue di sekolah.

Sekarang ponsel udah ga jadi barang mewah. Dulu ga bawa ponsel mah santai aja, selama masih pegang dompet. Sekarang dompet ketinggalan gpp asal ponsel engga. Tinggal telepon rumah suruh bawa dompet yang ketinggalan, beres.

Dan efek dari penggunaan barang ini secara luas tentunya membuat segmen pasar masing-masing. Ada yang masih pakai ponsel low-end yang cuma bisa dipakai sms atau telepon, ada yang ponselnya mid-end, setidaknya ada camera dan bisa gprs. atau malah yang serba ada, mulai dari fitur 3G, WiFi dan GPS. Pembedanya jelas, harga.

Orang yang punya ponsel dengan harga mahal pun seakan boleh bangga diri dan punya kasta lebih hebat ketimbang orang yang punya ponsel murahan. Padahal belum tentu fitur di ponsel mahal itu kepakai. Contohnya di kantor ada yang pakai Nokia E90 tapi sampai saat ini fitur yang dipakai cuma untuk ngetik sms sama nelepon. Alasan dia pakai ponsel batu bata besar itu cuma karena gengsi.

Sementara di sisi lain, pengguna ponsel mid-end ada yang sudah memanfaatkan semua fitur di ponselnya hingga maksimal banget, sampe2 tu ponsel jadi lelet surelet karena diisi segala aplikasi. Pengen beli ponsel mahal gak punya duit.

Atau ada yang cukup puas dengan ponsel murah, asal bisa nelepon dan sms. Yang terakhir ini juga menjadi opsi untuk ponsel kedua, ketiga atau keempat dari pengguna ponsel high end.

Orangnya segini, hapenya segitu

Udah umum kita liat satu orang bawa ponsel gak cuma satu. Alasan pakai ponsel lebih dari satu:

  1. Menghemat pulsa dengan menggunakan prabayar. Gile aja kalo mesti pakai satu ponsel pascabayar untuk nelepon. Tagihan bengkak. Hal ini gue alami sendiri dengan operator pascabayar yang gue pake. Kalo ga dibantu prabayar, tagihannya bisa bikin senewen.
  2. Manfaatin fitur irit sesama operator. Jaman sekarang operator lagi tren murah sesama operator. hal ini tentunya ngebuat orang jadi punya multi provider. Gak heran kalo misalnya ada yang nelepon terus dijawab “oh elo pake XL ya? lo tutup telepon aja, nanti gue hubungi elo pake XL gue.. Biar lebih murah”. Padahal orang itu biasa pakai IM3.
  3. Buat dihubungi oleh orang tertentu. Adakalanya kita punya nomor lebih dari satu untuk menjaga privasi. Satu nomor untuk kantor, satu nomor untuk pribadi. Ketika lagi liburan, biasanya nomor kantor dimatiin. Supaya gak ada boss cerewet manggil untuk lembur. Atau bisa juga untuk selingkuh :p
  4. Ikhlas kalau kehilangan. Coba kalau ponsel high end nya hilang karena kecopetan di jalan atau ketinggalan pas lagi di WC.. dijamin yang punya ga bakalan ikhlas kan? nah dengan adanya ponsel CDMA murah (yang rata2 harganya 200-300rb an), tentunya sedikit melegakan hati apabila ponsel murah itu yang hilang.
  5. Gengsi. Beli ponsel mahal gak cukup satu. Banyak orang menengah keatas yang nenteng 2 ponsel mahal sekaligus. iPhone dan Blackberry. Kedua ponsel ini marak ditenteng sekaligus saat ini. Sering gue liat di mall orang pegang dua ponsel ini. BB buat eksis, iPhone buat hiburan.

Blackberry atau iPhone?

Pertanyaan ini seringkali dilontarkan orang ke gue. Dikira Blackberry atau iPhone cuma satu jenis kali ya. Kalau iPhone dianggap satu jenis sih emang ga sepenuhnya salah, secara modelnya dari 2G, 3G sampai 3GS masih begitu aja, cuma beda bodi belakang — yang mungkin jarang banget ada yang sampai perhatiin belakangnya. Tapi Blackberry? dari jaman 6230 yang ga berwarna sampai Tour 9630 atau malah Curve 8520 terbaru juga ada.

Gue prihatin dengan kebanyakan pengguna Blackberry. Sebenarnya fitur Blackberry itu sama aja dengan smartphone lain. Yang membedakan adalah Blackberry Internet Service (BIS) nya dan layanan terintegrasi mulai dari push mail, internet browser, messenger hingga aplikasi lain seperti facebook. Tinggal beli, siap pakai. Padahal aplikasi di ponsel lain termasuk iPhone juga ga kalah canggih. Cuma bedanya, aplikasinya harus diinstall terpisah dan gak ada Blackberry PIN untuk BBM an..

Yang lebih konyol, ternyata ada pengguna blackberry yang sama sekali gak pakai fitur BIS nya. Cuma telepon dan SMS aja. alasannya, dia males bayar untuk layanan BIS nya. Lha terus buat apa BB? gaya doang?

Hal itu bertolak belakang dengan kejadian yang gue temui waktu belanja di Indomaret beberapa bulan yang lalu. Ada pembantu rumah tangga — lengkap dengan koyo di bagian leher dan sendal jepit merek swallow nenteng Blackberry !! Sumpah blackberry asli.. Curve seri 8300.. Bukan Nexianberry atau malah seri terbaru MITO.. Lagi sibuk buka fesbuk. Mungkin lagi liat info job untuk TKW atau lagi chatting dengan temen seprofesinya kali ya…

Dan sekali lagi jawaban untuk keduanya ga bisa dengan mudah gue jelasin, karena keduanya hanya merek dan bukan tipe yang spesifik. Lain cerita kalau pertanyaannya “Lebih baik mana antara Blackberry Javelin dengan iPhone 3G”. Itu bisa jadi satu bahasan sendiri…

Untuk ponsel kedua atau ketiga, mungkin gue pertimbangin antara Blackberry atau iPhone..
Tapi untuk ponsel utama, gue sangat menghindari kalkulator sejuta umat dan ponsel sentuh berharga terlalu mahal..

*gambar dari sini

61 Comments

Filed under Uncategorized